Jasa Injeksi Beton

Perbaikan beton retak dan pecah dapat menggunakan metode injeksi beton dan dengan menggunakan material Epoxy Resin Grout.

Perbaikan beton retak dan pecah ini yaitu dengan bantuan tekanan rendah dan secara perlahan memasukan material epoxy resin grout kedalam jalur retakan sehingga beton yang telah terpisah akibat retak dan pecah dapat saling mengikat kembali sehingga mengembalikan kekuatan struktur beton dan terhindar dari kerusakan yang lebih besar.

Injeksi dengan menggunakan material epoxy resin grout ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Material bersifat tidak menyusut
  2. Memiliki viscositas rendah sehingga dapat mengisi celah retakan yang kecil sekalipun
  3. Memiliki kekuatan tinggi dibanding beton itu sendiri, yaitu :
  • Kuat tekan 620 kg/cm2 pada umur 7 hari dan 640 kg/m2 pada umur 28 hari
  • Kuat tarik 270 kg/cm2 pada umur 28 hari
  • Kuat lentur 400 kg/cm2 pada umur 28 hari

Beberapa material yang dapat digunakan diataranya Conbextra EP10TG ex Fosroc, Sikadur 752 ex Sika, Deltagrout EP Injection ex Deltacrete, Estorex EP10 ex Estop dan material lainnya yang setara.

BERIKUT METODE KERJA PELAKSANAAN PEKERJAAN PERBAIKAN BETON RETAK

Persiapan Pekerjaan

  1. Marking jalur retakan yang akan diperbaiki dan ditandai dengan menggunakan spidol atau kapur tulis
  2. Bersihkan jalur retakan dari debu, lumut dan kotoran lainnya yang menempel di permukaan beton dengan menggunakan sikat kawat sehingga mendapatkan permukaan beton yang bersih.

Pemasangan Napple / Injektor

  1. Pada bagian bawah napple diberi perekat berbahan dasar epoxy (epoxy adhesive)
  2. Tempatkan napple pada jalur retakan dengan bantuan pointer agar posisi lubang napple berada ditengah jalur retakan dan lubang napple tersebut tidak tersumbat.
  3. Pasang napple setiap jarak 20 cm antar napple memanjang pada jalur retakan dan apabila terdapat retakan bercabang maka setiap pertemuan jalur retakan harus tetap dipasang napple.
  4. Aplikasikan sealer dengan menggunakan epoxy adhesive (putty) pada jalur retakan antar napple agar pada saat proses injeksi tidak ada material yang keluar dari celah retakan.
  5. Pasang selang dan koneksi kan antar napple, pada kasus tertentu tidak diperlukan pemasangan selang berantai antar napple (misal posisi vertical) dan dapat menggunakan sistem injeksi dari naple ke naple.

Proses Injeksi

  1. Aduk 2 komponen matrial epoxy resin (Hardener & Base) dengan komposisi yang benar (rata-rata 1 ; 3) untuk penggunaan alat kerja 2 component applicator chaulking gun tidak diperlukan mixing diluar tabung.
  2. Masukan material kedalam tabung
  3.  Lakukan proses tekanan dengan perlahan dan dengan tekanan rendah agar material epoxy resin dapat mengisi celah dengan sempurna dan mendorong udara kosong yang terjebak didalam celah retakan.
  4. Proses injeksi dihentikan apabila seluruh jalur retakan telah terisi penuh epoxy resin
  5. Selang konektor dilepas dan napple ditutup agar material yang telah mengisi celah tidak kembali keluar.

Finishing
Setelah pekerjaan berumur 24 jam, seluruh napple dan selang yang menempel di permukaan beton dilepas dengan menggunakan gerinda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *